Search This Blog

Thursday, September 11, 2014

Zalim ! Cungkil Mata Anak Dengan Sudu, Wanita Dipenjara 30 Tahun


MEXICO CITY,   Seorang wanita yang mencungkil mata anak lelakinya sendiri sebagai sebahagian dari satu ritual penyembahan setan dijatuhi hukuman penjara 30 tahun.
Maria del Carmen Garcia Rios (28) terlibat dalam  ritual aneh bersama saudara perempuannya, dua saudara laki-laki, dan orangtuanya di kota Nezahualcoyotl, dekat Mexico City, pada Mei 2012.
Dalam perbicaraan, terungkap bahawa Fernando, yang ketika itu berusia lima tahun, dicungkil kedua matanya dalam ritual itu. Fernando yang akhirnya menjadi buta kini terpaksa menggunakan mata palsu.
Dalam perbicaraan, keenam orang itu menari-nari dan diminta menutup mata mereka agar tidak melihat kedatangan setan. Namun, Fernando menjadi ketakutan dan menolak menutup matanya ketika para peserta ritual memulai proses pemanggilan setan untuk meminta setan mengakhiri dunia. 
Akibat tak mau menutup mata itulah, akhirnya Carmen mencungkil mata Fernando, puteranya sendiri, dengan menggunakan sudu. Para tetangga yang kemudian mendengar jeritan kesakitan Fernando segera memanggil polis . 
Polis  yang datang ke rumah itu menemui Fernando menjerit kesakitan di ruangan dapur, sementara dua orang perempuan terlihat berlumuran darah.
Kepada polis , Carmen mengakui Fernando adalah puteranya. Carmen mengakui dia memerintahkan peserta ritual yang lain untuk mencungkil mata Fernando kerana dia menolak menutup mata.
Di dalam sidang mahkamah, salah seorang jiran  , Joaquin Arguellor, terkejut mengetahui ritual yang dilakukan keluarga Carmen. Sebab, kata Joaquin, keluarga itu dikenal sangat kuat agama dan bukan penyembah setan.
Carmen dan semua anggota keluarganya dijatuhi hukuman penjara 30 tahun kerana melakukan perbuatan keji itu. Sementara itu, Fernando, kini tujuh tahun, keadaannya mulai pulih, tetapi memerlukan mata palsu baru seiring dengan pertumbuhan badannya.

http://idahsalam.blogspot.com/2014/09/zalim-cungkil-mata-anak-dengan-sudu.html







No comments:

Post a Comment