Search This Blog

Tuesday, August 5, 2014

Kejam ! Racuni Suami Pilihan Orangtua

ABUJA,  Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun terpaksa naik mahkamah  di kota Kano, Nigeria utara, setelah dituduh membunuh suaminya yang berusia 35 tahun menggunakan racun.
Wasila Tasi'u, nama remaja itu, juga dituduh membunuh tiga orang lainnya yang menyantap makanan yang sudah dibubuhi racun tikus pada April lalu, seminggu setelah Wasila dipaksa menikahi Umaru Sani.


Polis  setempat mengatakan, Wasila mengaku meracuni Umaru dan kawan-kawannya dalam pesta perkahwinan di desa Unguwar Yansoro, 60 kilometer dari kota terbesar kedua Nigeria, Kano.

"Dia melakukan itu kerana dipaksa orangtuanya untuk menikahi lelaki yang tak dicintainya," kata jurucakap polis   Kano, Musa Magaji.

Namun, keterangan polis  ini dibantah kuasa hukum Wasila, Hussaina Aliyu. Dia mengatakan, Wasila hingga kini belum membuat pengakuan yang valid secara hukum.

Hussaina menambahkan, kliennya diperiksa  polis  tanpa kehadiran orangtua atau kuasa hukumnya. Dengan demikian, semua pernyataannya tak boleh digunakan dalam mahkamah.

Hussaina Aliyu, yang bekerja untuk Federasi Peguam Perempuan Internasional (FIDA), berupsaha untuk memasukkan kes ini ke mahkamah juvana . Namun, usaha ini digagalkan para pegawai kehakiman Kano.

Pernikahan antara ramaja perempuan dan plelaki yang lebih tua kerap terjadi di wilayah utara Nigeria, terutama di kawasan pedesaan yang miskin. 

Sejak 2000, wilayah utara Nigeria yang mayoriti penduduknya beragama Islam menerapkan syariat Islam. Meski demikian, undang-undang federal Nigeria juga berlaku sehingga membuat sebuah kebingungan sistem hukum.

Salah satunya adalah kes pernikahan muda yang tidak dilarang dalam syariat Islam, tetapi dianggap ilegal berdasarkan hukum sekuler federal yang juga berlaku di wilayah utara Nigeria.

Isu pernikahan anak-anak menjadi perdebatan hangat di Nigeria selama beberapa tahun terakhir. Perdebatan itu dipicu sebuah proposal yang diajukan anggota parlemen asal wilayah utara yang meminta semua perempuan, berapa pun usianya, jika sudah menikah, maka harus dianggap sebagai orang dewasa. KOMPAS.com
Editor: Ervan Hardoko
SumberAFP

No comments:

Post a Comment